Sore harinya. “Mari masuk!” ujar Dennis yang sudah tiba dirumahnya lebih dulu. Tubuh Melanie serasa lebih ringan memasuki rumah kolonial milik Dennis. Dindingnya masih kokoh dan lantai bersih sempurna. Entah kenapa? Tubuh Melanie serasa pulih kembali seperti sedia kala. Mungkin karena pengaruh rangsangan Dennis yang mengobati luka di setiap sel tubuh Melanie. “Yakin! Dirumahmu tak ada orang?” Tanya Melanie meyakinkan Dennis sekali lagi. “Iyaaa! Tak ada seorangpun disini. Bahkan kudapun aku urus sendiri.” Ujar Dennis meyakinkan Melanie. Melanie mulai melangkah dalam genggaman tangan Dennis yang seolah menarik tubuhnya. Tangannya begitu terasa dingin ketika menyentuh kulit tubuh Melanie. “Ada yang ingin kutunjukan kepadamu?” Kata Dennis yang terlalu bersemangat sehingga ia menarik tan

