Garis wajahnya terlihat sendu diterangi cahaya mentari di siang yang tenang. Nafasnya lirih terdengar melantunkan nada berjuta kenangan yang tersirat di ujung pikiran. Tak ada yang tahu, ditidurnya yang begitu lelap, terdapat kenangan yang tak akan terhapuskan oleh apapun. Bahkan jika dirinya mengalami hilang ingatan. Suhu tubuhnya meninggi seiring dengan para rasa cemas orang-orang disekitar. Terutama sang ibu yang entah kesekian kalinya mengganti kain kompres Melanie. Wajahnya pucat sepucat putri tiri yang sudah ia anggap sebagai putri kandungnya. Matanya berubah sembab dan bibirnya bergetar ketika mendengar penjelasan dari seorang mantri. Katanya, Melanie kelelahan dalam perjalanan. Namun kelelahan tidak akan berakibat seperti ini. Semuanya terakum dalam teka-teki buram yang ditulis o

