Malam itu, angin berhembus lebih kencang dari biasanya. Seorang wanita, dengan pakaian tidur yang nyaman, juga terbalut oleh selimut tebal di punggungnya, sedang berjalan mondar-mandir di dalam kamar. Dia melihat ke arah luar, memperhatikan halaman luar rumah, apakah mungkin ada seseorang yang datang? Seseorang yang kali ini sangat dia khawatirkan, tanpa mengetahui sebenarnya, pria itu sedang berselingkuh di belakangnya. Jari-jari nya dia gesekan di antara buku-buku tangan, sakit namun tak sampai membuat perhatiannya lepas dari keadaan Leon. Sebelumnya, Leon sering izin seperti itu, dan selalu sukses pulang ke rumah sambil terjerat masalah. Entah itu kasus tabrakan, atau yang lainnya. Pintu kamar tiba-tiba diketuk oleh seseorang. Dia adalah Irvan. Perhatian Cheryl teralihkan sebentar. Di

