"Mak, ini anakmu datang. Aku minta maaf karrna sudah sejak lama tak mengunjungimu. Seharusnya aku datang ke mari lebih awal." Gundukkan tanah merah itu sudah banyak berubah. Jika dulu tanah liat ini bersih dan dipenuhi oleh tumpukkan kelopak bunga, sekarang kelopak bunga itu telah berserakan entah ke mana. Hanya rumput-rumput yang tumbuh tak beraturan, lalu nisan yang tertutup dengan sedikit lumut. Di bawah tanah merah ini, terbaring jasad emak yang telah begitu berjasa selama hidupku. Tak ada hal lain yang bisa kulakukan untuk membalas jasanya selain mendoakannya. Mengirim doa yang akan menjadi amal jariyah baginya. Hari sudah mulai menggelap, aku masih berada di tanah pekuburan ini. Rasanya aku sedang menunggu kehadiran emak. Aku benar-benar merindukannya sampai aku tak merasa taku

