Maita, tak menyangka perjalanan hidupnya akan serumit ini. Dirinya mulai bersiap untuk berkemas di butiknya. Ini adalah hari terakhir dirinya bekerja, karena besok dia harus sudah meninggalkan kota Jakarta, tempat kedua yang dia singgahi sebagai pelarian setelah Melbourne. ”Kenapa kalian menatapku seperti itu?” tanya Maita heran, kepadaElla dan juga Resti. “Kak Mai, kenapa sih ... harus pindah ke Samarinda? Kak Mai kan bisa tinggal di sini dan menetap di sini. Kalo bisa bujuk aja deh itu Ojiisan, biar mau menetap di Jakarta,” kata Mella sambil merengek. “Nggak bisa Mella, Kak Mai sudah berjanji untuk menetap di sana,” jelas Maita. “Jika Kak Mai pergi, apalah artinya kami berdua tanpa Kak Maita. membayangkan aja udah membuatku merinding. Kami akan seperti anak ayam kehilangan induknya,”
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


