Bangun pagi di rumah mertua terasa menyenangkan jika orang tua dari pasanganmu itu tidak marah-marah tanpa sebab. Risa merasakannya sendiri. Dia bangun pagi dengan tubuh yang lebih rileks daripada hari kemarin meski mual-mual yang kemarin presensinya sempat hilang kini kembali lagi. Iya, dia mual lagi pagi ini. Dengan dibantu oleh Ning yang memijati tengkuknya, Risa berusaha mengeluarkan isi perutnya dengan sekuat tenaga. Namun, sayangnya ia tak berhasil mengeluarkan apa pun selain cairan berwarna putih dari sana. “Mbak Risa udah ngerasa enakan, Nak?” Ning bertanya. Tatapan matanya menyiratkan kekhawatiran yang kentara. “Mau ibu bawa ke dokter aja enggak?” Risa yang mendengar kata ‘dokter’ keluar dari bibir ibu mertuanya kontan menggeleng. Dia hanya asam lambung, jadi jika sudah meminu

