bab 234

1501 Kata

Oh sialan. Risa merasa perempuan itu memang sengaja ingin Risa meledakkan emosinya di sini, ya? Sungguh, Risa tak akan terpancing meski hanya sekali. Maka dari itu, Risa hanya diam saja mendengar penuturan Kiana yang menurut Risa agak sedikit kurang ajar. “Lanjut aja, Kiana. Saya enggak apa-apa kok,” ujar Risa. Mendengar hal tersebut, Kiana membelalakan matanya. Oh, rupanya tak terpancing, ya? Maka perempuan itu melanjutkan kembali pembicaraannya yang sempet terhenti. “Ruben itu masih seperti orang lain juga kok. Yang ditinggalkan lalu merasa sedih, merasa trauma, dan semacamnya. Saya enggak kaget waktu lihat reaksi dia ketika lihat saya untuk yang pertama kalinya. Fast forward dari kejadian di hari itu, saya akhirnya memberanikan diri untuk cari sosial media Ruben. Di media sosialnya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN