Hari itu Ruben memutuskan untuk mendatangi rumah kliennya. Setelah perdebatan panjang di dalam kepala yang tak bisa diam, Ruben jadi memutuskan satu hal: bahwasannya dia perlu pergi ke rumah pria itu guna mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia tidak ingin terus-menerus dihantui oleh pemikiran-pemikiran buruk tentang kinerjanya sebagai seorang arsitek. Dia juga mendapat keputusan itu setelah berkonsultasi dengan sang istri. Risa bilang, wajar dan sangat normal apabila Ruben ingin mendatangi sang klien. Toh memang proyek yang ada—dan sudah berjalan—tak dapat dibatalkan begitu saja. Ada tanggungjawab di dalamnya yang harus ditaati oleh semua orang yang terlibat. Dalam hal ini, Ruben dan kliennya lah yang terlibat. Pria itu berdiam diri di mobilnya sejak lima belas menit yang lalu. Seda

