bab 244

1479 Kata

Risa terbangun ketika rungunya mendengar beberapa obrolan kecil di sekitarnya. Perempuan yang baru saja menjalani proses kuretase itu mengerjapkan mata ketika retinanya mulai menyesuaikan dengan terangnya lampu di ruangan itu. Sudut-sudut bibirnya terbentuk ketika dia menatapi satu persatu orang yang ada di ruangan itu. Ning, mamanya, dan Ruben, sang suami berada di sana dengan pandangan khawatir bercampur senang ketika menatapnya. “Risa!” “Risa udah sadar, Nak?” “Sayang hei udah mendingan?” Pertanyaan-pertanyaan itu diberondong Risa dari Ning, mamanya, dan juga suaminya. Perempuan itu terkekeh pelan. Dia menaikkan punggungnya untuk bisa duduk dan Ruben dengan sigap membantunya. “Panggil aku, Sayang, kalau mau ngapa-ngapain. Jangan sendirian, ya.” Risa tersenyum kecil. Keberadaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN