Bryan memutuskan untuk tidak berangkat ke kantornya hari ini, laki-laki itu bersama sang istri mendatangi sebuah alamat yang diberikan oleh Bu Novia, orang yang mereka tahu adalah kakak perempuan Kala. "Itu rumahnya?" tanya Bryan pada sang istri untuk memastikan alamat yang mereka datangi tidak salah. "Iya Sayang kayaknya sih bener itu rumahnya," jawab Lily karena ketika di ujung gang sana orang yang dia tanyai menunjuk rumah itu. Sebuah rumah sederhana yang berhimpitan dengan rumah yang lainnya, di bawah satu atap yang dibuat memanjang terdapat 4 buah pintu dimana satu dinding satu rumah menyatu dengan dinding rumah di sebelahnya khas rumah yang memang dibangun petakan untuk dikontrakkan. "Ayo kita tanya rumahnya Bu Novia yang mana," kata Bryan mengajak sang istri berjalan mendeka

