bab 203

1510 Kata

“Adek kenapa, Sayang? Kok nangis cintanya mas?” tanya Ruben. Dari nada suaranya terselip kekhawatiran di sana. Risa terisak masih dengan lengan yang melingkar di sekitar punggung lebar Ruben. Perempuan itu membenamkan wajah ke d**a sang suami karena tak kuasa menahan sedih dan juga isak tangis yang meminta untuk dikeluarkan. Di hatinya kini penuh dengan permohonan maaf pada suaminya ketika Risa melihat wajah Ruben yang lebam-lebam. Sudut bibirnya membiru, sedang ujung matanya bengkak. Risa terisak lagi. “Sayangnya mas … ya ampun, Cinta, ada apa ini?” Ruben mengusapi punggung bergetar istrinya sesekali menepuk-nepuknya. Ruben tak mengerti dengan apa yang terjadi, tetapi bertanya pada Risa sekarang bukanlah solusi. Jadi, pria itu akhirnya memilih untuk mendengarkan tangis Risa tanpa meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN