Sepeninggal Ruben kembali ke kantornya, Risa hanya menghabiskan waktu di kamar seraya menonton televisi yang acaranya itu-itu saja. Kebosanan seperti melandanya manakala dia hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan apa-apa. Sebetulnya ia bisa saja diam-diam melakukan pekerjaan rumah atau hal apa pun, tetapi Risa takut itu akan langsung memberikan efek bagi tubuhnya. Dia agak sedikit trauma dengan apa yang terjadi padanya beberapa waktu yang lalu. Sebelum keguguran dan menjalani proses kuretase, Ruben, sang suami, sempat melarangnya untuk tidak melakukan apa-apa di rumah. Bahkan pria itu juga memberikannya supir pribadi agar Risa tak perlu keluar rumah seorang diri. Namun, karena kenakalannya dan keegoisannya sebagai manusia, Risa harus rela kehilangan sang calon buah hati tanpa sempat

