Dahi Ruben mengernyit dalam-dalam. Apa maksud perkataan istrinya itu? “Gimana maksudnya adek? Mas enggak paham,” kata Ruben. Risa berdecak pelan. Indra pendengarnya yang menempel pada d**a Ruben sibuk mendengarkan detak jantung pria itu. Suaranya mengalun dengan indah dan Risa senang mengetahuinya. Semakin banyak dia mendengar talu jantung suaminya, semakin banyak pula rasa syukur yang perempuan itu panjatkan kepada Yang Maha Esa. Berkat-Nya ia kini bisa merasakan berada di pelukan Ruben yang hangat. “Ya … Adek Risa tuh enggak mau kalau mas meninggal duluan. Adek enggak akan sanggup. Makanya adek mau adek aja yang meninggal duluan, Mas.” Kini, Ruben yang berdecak pelan. Dia paling anti dalam membahas persoalan kematian. Dia takut ditinggalkan lagi sama seperti Kiana meninggalkannya s

