bab 278

1482 Kata

“Udah pesennya, Mas?” Risa bertanya. Ruben mengangguk pelan. Pria itu menutup pintu mobil dan menyalakan mesin. Tak lama air conditioner di sedan hitam tersebut menyala. Tangan Ruben menarik satu buah tissue yang ada di atas dasbor mobilnya dan mengelap keringat di dahinya. “Udah, Sayang. Tadi aku pesenin kamu pecel lele sama kol goreng dan es teh tawar,” kata Ruben. Pria itu nampak sangat kegerahan. “Gerah banget, ya. Padahal ac-nya udah nyala lho.” Risa terkekeh pelan. Wanita itu turut mengambil tissue dari atas kotak dan membantu Ruben mengelapi keringat yang menetes tak karuan. Perlu diketahui bahwa Ruben, suaminya itu, memang mudah berkeringat. Apalagi jika di tempat panas dan mencium aroma makanan yang pedas. Seperti sekarang contohnya. Peluh sebesar biji jagung mengaliri wajah s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN