Saat tiba di lantai delapan belas, Ning mengucapkan kata ‘terima kasih’ pada sang perawat seraya berjalan keluar menjauhi kotak persegi itu. Adalah sosok Risa yang sedang membuang sampah di kotak sampah di depan ruangan Ruben yang ditemui Ning pertama kali saat kakinya melangkah pelan-pelan. Senyum tipis milik wanita paruh baya itu terukir. Sudut-sudut birainya tertarik ke atas membentuk sebuah lengkung senyum yang manis untuk menantunya. Dengan perasaan hati yang membuncah dan senang, Ning hampiri sang menantu dan dipeluknya tubuh ramping Risa dengan erat. “Ya ampun, Nak, udah lama banget, ya sejak terakhir kali ibu main ketemu kamu. Gimana kondisi kamu, Sayang? Sehat-sehat, ‘kan?” tanya Ning. Risa tersenyum lembut. Tangannya memeluk daksa Ning dengan tak kalah kencangnya. Dia juga su

