Vania mendesah kecewa saat dia membaca surel yang mampir ke alamat surelnya pagi ini. Sungguh, dia tampak frustrasi bahkan tak tahu ingin mengatakan apa saat deret kalimat yang ia baca memberikan satu kesimpulan yang nyata. Apa kah itu? Benar, petinggi Almairi’s Group akan datang secara mandiri tanpa diwakilkan oleh siapa pun untuk acara makan malam perusahaan dua minggu yang akan datang. Vania tentunya masih ingat dengan apa yang Ruben minta terkait hal itu. Oh, sungguh, tidak bisakah Vania hengkang saja dari HH Properti jika kejadian seperti ini terus menerus berlangsung? Demi Tuhan, dia sudah lelah. Beberapa waktu yang lalu, ia berhasil melobby salah satu sekretaris—yang merangkap tangan kanan—petinggi Almairi’s Group, dan bisa berbicara dengannya. Dia bertanya pada sekretaris itu, ki

