Chapter Nineteen: You Are My World Orang mengatakan dunia itu sangat luas. Namun, bagaimana jika duniaku adalah kamu? NATHAN Hembusan yang lembut terdengar olehku. Menoleh, karena bahuku terasa berat aku melihat zamrud yang biasanya memancar penuh kegembiraan tertutup oleh kelopaknya yang tidak memiliki cela. Film yang ku putar telah selesai. Aku tahu, dia tidak mengikutinya. Tapi tidak apa-apa, yang kubutuhkan hanya kehadirannya. Membiarkannya tinggal di tempat Steffan beberapa hari cukup membuatku paranoid. Namun, yang bisa kulakukan hanya berpura-pura acuh. Aku tak ingin membuat keributan, karena terakhir kali aku melamun di depan Brienne, gadis berambut pirang itu sungguh marah besar padaku. Kecemburuannya pada Marry tak bisa disembunyikan. Demi Tuhan, Marry ada

