Chapter Twenty Seven: Girl in Blue Harapan itu kembali. NATHAN Setelah berkendara cukup lama, akhirnya aku menemukan rumah kakek Mary. Rumah itu cukup mudah ditemukan, karena kakek Mary adalah pengusaha anggur, hampir semua orang dikota ini bekerja untuknya. Selain itu ia memiliki rumah yang sangar besar sehingga cukup mencolok dan sangat mudah dikenali. Rumah itu cukup ramai, di luar telah ditata berbagai macam dekorasi. Kebanyakan didominasi dengan warna putih. Orang-orang begitu siap menata semua peralatan. Jadi benar apa yang dikatakan oleh Ibuku. Mereka akan menggelar pertunangan. Mary akan bertunangan. Hatiku terasa seperti diremas. Meski berat aku tetap melangkah masuk kedalam rumah tersebut. Pandanganku beredar keseluruh rumah, dekorasinya sangat cantik dan eleg

