Chapter Nine: The Distance Between Us Aku ingin bersamamu Saat mentari menyingsing Aku ingin selamanya bersamamu Sampai akhir waktu MARIANNE Usai memarkir mobilku, lalu berjalan ke arah pintu dan ketika hendak membukanya sebuah tangan menahan pergelangan tanganku. Besar dan sangat kuat, ketika aku menoleh aku melihat Nathan sudah berdiri disampingku. Matanya begitu merah, dan aku mencium aroma liquor menguar dari mulutnya, begitu kuat. Sial, dia mabuk. Batinku. "Marienne!!" pekiknya, Tuhan! Dia hanya akan membuat kekacauan jika mabuk berat seperti ini. Apalagi sekarang hampir tengah malam, jika dia terus berteriak seperti ini akan mengganggu semua tetangga. "Nathan, apa yang kau lakukan disini?" Aku mencoba melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan

