Seperti kemarin, Satria datang lagi ke rumah. Seperti biasa, Papa akan bersikap kasar dan menolaknya, tetapi Satria selalu membawa Papa dalam pembicaraan rahasia ketika aku sibuk mengurus taman kesayangan Papa. Lalu, Satria akan menghampiriku dengan wajah semringahnya. "Ayo, keluar, Dina!" ajaknya dengan gampang. Aku tersenyum, disusul dua anggukan aku berikan. Gunting taman aku letakkan di tempatnya, lalu segera masuk ke kamar untuk bersiap. Sejujurnya, sedikit khawatir setelah obrolan dengan Allan kemarin. Satria tidak bisa ditebak. Aku tidak bisa menduga apa saja yang ia rencanakan selanjutnya, bersama orang-orang yang entah siapa saja. Sambil bersiap ini, aku mengirimkan pesan singkat pada Allan untuk memberitahukan kepergianku bersama Satria. Hanya hitungan detik, langsung ada

