V FEEKUY WAR

1555 Kata
Author’s Point of View Setelah beberapa bulan tidak mengemudi pesawat tempur, Sam rasa inilah saatnya untuk memainkannya dengan baik. Pesawat tempur hanya dapat digunakan saat di dalam bumi bagian. Kita tidak dapat menyebrangi bumi lain dengan pesawat ini karena badan peawat yang cukup tebal dan berat membuat pesawat ini belum sanggup untuk melewati belahan bumi yang pastinya memiliki medan gravitasi yang berbeda. XIX Company, perusahaan transportasi umum (pesawat) terbesar di dunia saat ini sudah memulai untuk pembuatan peswat tempur dengan kemampuan diatas, namun sepertinya hal ini masih dalam proses. Sam siap dengan seragam tempur lama-nya. Kini disebelah sudah ada Jed (co-pilot) dan 2 lainnya merupakan tantara dari Auroert di Feekuy bertugas memegang senjata raksasa yang menempel pada pesawat tempur ini. Jangan pikir kalau Sam tak bisa melakukan apapun, Sam juga memiliki kendali dalam melakukan tembakan seperti mereka. Hal yang paling disuka Sam dari pesawat tempur ini adalah stirnya seperti joystick kesayangannya di rumah. Tuit Tuit Tuit Suara tembakan lawan terus berdengung. Semua menganggap LISI tak mungkin bisa memiliki alat-alat secanggih ini dan tidak ada yang menduga kalau mereka akan melakukan serangan sehebat ini. Sepertinya serangan bumi kecil sudah mulai serius. Iklim di Feekuy yang sangat kering dan tandus membuat debu berterbangan dan menghalang penglihatan mereka. Belum lagi suhu di Feekuy yang mencapai 40 derajat celcius membuat siapa pun yang berjalan tanpa kendaraan dapat seketika mengalami dehidrasi. Keadaan seperti ini merupakan salah satu alasan mengapa Feekuy bukanlah bumi bagian yang cukup nyaman untuk di tempati, hanya beberapa ras tertentu dengan ciri badan khas yang menempati bumi bagian ini. Mereka, orang-orang Feekuy memiliki tinggi badan rata-rata hingga 2 meter dengan badan dan hidung yang tajam serta kulit gelap. Hidung tajam mereka didapat dari revolusi yang terjadi akibat adaptasi manusia. Ketika manusia kesulitan mendapatkan oksigen karena kurangnya tumbuhan sebagai pemasok oksigen, selain ukuran jantung yang membesar karena maksimal kerjanya dalam memompa oksigen, hidung penduduk Feekuy beradaptasi menjadi lebih besar dan tajam. Tuit Tuit Tuit Peluru laser itu mengenai 2 pesawat 87-D dibelakang mereka. Mereka masih selamat karena 87-D merupakan jenis baru pesawat tempur yang memang berfokus pada defence atau pertahanan. Jenis ini mungkin salah satu contoh keberhasilan XIX Company karena bobotnya yang semakin ringan. "Kapten ini badai pasir! Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Jed. Tiba-tiba mereka melihat gulungan pasir sangat tinggi yang sangat cepat. Anehnya, gulungan tersebut langsung membesar, seharusnya ada proses yang dapat dilihat sebelum ini sehingga mereka dapat menghindarinya. Fenomena meteorologi ini memang sering terjadi di daerah gurun seperti Feekuy yang disebabkan oleh meningkatnya kecepatan angin. Ketinggiannyapun dapat mencapai hingga 1,6 km. Tentu saja ini sangat mengganggu penglihatan mereka meskipun badai ini tidak merusak badan pesawat. "Aktifkan steel mode" Jawab Sam tanpa melepas fokus menghadapi rintangan di depannya. Steel mode merupakan mode untuk meningkatkan keamanan badan pesawat. Karena pesawat yang digunakan Sam tidak secangging jenis 87-D di belakangnya tadi, jadi mereka harus mengaktifkan mode ini demi keamanan. Mode ini di pakai karena badai pasir yang membuat jarak pandang mereka terbatas, maka dari itu menggunakan steel mode adalah pilihan yang tepat agar aman dari peluru musuh yang jelas 'tak terlihat'. "Steel mode on" Ucap penerima perintah. Dalam mengaktifkan mode ini, ada dua hal yang harus mereka terima. Berita baiknya, kini seluruh badan pesawat terlindungi oleh besi yang sangat kuat. Dan buruknya, mereka mengeluarkan energi yang banyak untuk itu. Karena Feekuy bukan bumi bagian yang menarik bagi elit politik bumi saat ini, pengamanan di Feekuy memang tergolong rendah dan itulah sebabnya Sam hanya tersisa pesawat yang dia gunakan sekarang. Setiap melakukan pekerjaannya, Sam merasa tidak perlu mengeluh dengan jenis pesawat apa yang akan ia gunakan, baginya seorang pilot hanya membutuhkan skill untuk menyelesaikan misinya dengan sempurna. Kini ada berita yang lebih buruknya lagi, dengan keadaan masih di dalam badai pasir, Sam menyadari bahwa ada 4 pesawat jenis 33-G sedang mengepung mereka. Pesawat ini memiliki serangan yang cukup cepat dengan amunisi peluru yang cukup banyak juga. Pada 30 detik pertama semua merasa aman karena telah mengaktifkan steel mode. Mereka merasa dapat meninggalkan keempat pesawat yang mendekati mereka dengan dengan pelan turun dan berbelok beberapa derajat. Setelah detik ke 32 atau 2 detik sesudahnya mereka sangat terkejut, ternyata ini bukanlah badai pasir biasa namun sebuah rekayasa debu buatan yang mengasilkan ilusi seolah sedang terjadi badai pasir di Feekuy. Ini merupakan hal baru bagi mereka. "Apa yang yang harus kita lakukan?" Salah satu tantara Auroert dengan wajah yang jelas panik. Sam sangat tau kalau pertanyaan itupun jelas untuknya. Semua terlihat jelas, Ia berpikir keras selagi lawan memberinya beberapa sekon untuk berpikir. Sam menemukan idenya. Atau mungkin idenya yang menemukan Sam hingga ia tersenyum menyerit seperti tokoh-tokoh psikopat dalam film, entah dari mana ia mempelajarinya. "Kita semua akan menembak secara bersamaan. Jangan arahkan ke mereka karna benda besar itu akan bergerak dan mereka akan memusnahkan kita terlebih dahulu. Mengerti?" Sam menjelaskan untuk melakukan tembakan acak agar meminimalisir pergerakan senjata raksasa yang menempel pada pesawat tempur itu. Pesawat tua sam memang memiliki senjata, tapi kembali lagi karena usianya yang terlewat tua, pewasat ini menonjolkan ujung tembaknya. Entah dulu agar terlihat sangar dan dapat menakuti musuh, namun untuk sekarang hal tersebut malah akan memperjelas taktik mereka dalam melawan musuh. Tembak acak jelas agar pergerakannya tidak dapat diprediksi oleh lawan. "Mengerti." Seluruh isi pesawat menjawab. Mereka kembali mencoba untuk konsentrasi. Mereka tidak boleh mati saat itu. "Dengar aba-abaku! Satu, dua, ayo!" Benar saja semua jenis tembakan ditembakkan oleh Sam dan krunya. Walaupun tak mengarah kepada target tapi cukup membuat musuh sedikit terkecoh. Musuh yang kebingungan dengan tembakan acak ini menganggap terjadinya kegagalan pusat kontrol dan pesawat yang digunakan Sam dan krunya sedang rusak. Bagaimana tidak, bahkan tidak ada satupun tembakan yang mengenai badan pesawat musuh. Apa maksud mereka? Memanfaatkan waktu, sekarang saatnya Sam membuktikan kehebatanya sebagai seorang pengendali pesawat. Ia mengarahkan pesawatnya turun lalu berbalik kearah pusat Feekuy. Pesawat tempur itu melesat sangat cepat menjauhi lawan. "Bye SILL(Y)." Ejek Sam yang seakan ia dan krunya sudah diposisi sangat aman. "Kapten! Mereka di belakang kita! Kita juga kehabisan energi dan peluru." Jed berteriak. Ini bukan saatnya untuk Sam bertingkah konyol. "Sial!" Mimik Sam kini sangat serius dan seperti sangat kesal. Wajahnya kembali menegang dengan tatapan mata yang tajam Sam mencari cara. "Keluarkan panel surya. Aku belum menggunakan peluruku." Perintahnya dengan sangat tegas. Jed mematuhinya. Panel itu untuk mengambil energi kembali. Tapi ingat, saat panel itu diaktifkan maka steel mode akan mati. Ada dua pilihan. 1. Steel mode: pesawat aman tapi tak bisa tebang. 2. Pengaktifan Panel surya: kebalikan dari pilihan satu. Dalam penggunakan pesawat tua semua kempuan memang harus dipilih salah satu. Sam merupakan seorang pilot dan tanah bukanlah tempatnya. Tentu dia memilih untuk mengaktifan panel surya. Padahal taruhannya saat itu adalah kekesalan musuh yang sudah merasa ditipu bisa saja dengan brutal menembakkan peluru ke pesawat Sam. Saat keempat pesawat itu sudah mendekati seakan perang ini adalah perang antara Sam dan 4 pesawat itu. Jed dan dua kru lainnya tak bisa melakukan apapun kecuali hanya menonton, ya hanya Sam yang mengendalikan pesawat dan memiliki sisa peluru. Sengit tentunya. Sam dengan lincah memainkan stirnya sekaligus menekan tombol tembakan. Seakan sedang bermain video game virtual reality. Suara peluru tak pernah berhenti hingga 3 pesawat itu lari dan 1 nya jatuh. Dari puluhan suara tembak hanya 4 yang mengenai badan pesawat. Sam memang hebat. Semua kru selamat. Tapi entah dengan kru pesawat lain. Beberapa saat ketika merasa mulai tenang dan aman, ada beberapa pertanyaan yang muncul sedari tadi namun belum sempat mereka utarakan karena kondisi yang sangat panas. Hingga mereka mendarat di markas. Sam melepas semua atribut tempurnya, melakukan pengecekan setelah bertugas bersama dengan kru lain. Kebetulan Sam dan Jed selesai secara bersamaan dan berjalan beriringan melewati lorong-lorong markas. "Sam, apa kau tak heran kenapa mereka mengejar kita?" Jed akhirnya menanyakannya. Sebenarnya Jed sudah sedikit membicarakan ini dengan dua kru lainnya. Mereka rasa ini merupakan hal yang janggal, di sisi lain mereka tetap bersyukur tidak kehilangan nyawanya. "Semua yang menentang mereka akan dikejar Jed." Sam santai sambil menepuk bahu Jed. "Tapi ini 4 pesawat, dan kenapa mereka tidak menembak sesaat setelah mereka berhasil mengepung. Apa mungkin?" "Mungkin itu strategi mereka." Jawab Sam seolah tak tertarik untuk memikirkannya. “Lagi pula mereka sudah ditangkap oleh yang lain. Kalau kau penasaran, ajukan pertanyaan itu pada penyidik untuk mendapatkan jawaban. Coba saja kita tidak tertipu badai pasir, pasti kita akan menangkap mereka dengan tangan kita sendiri. Tapi untuk tadi, kerja bagus Jed! Kau selalu menyadari sesuatu satu langkah di depanku” Lanjut Sam menenangkan krunya. Sebenarnya perkataan Jed tadi membuat Sam terus berpikir. Apa yang sebenarnya terjadi sampai ia juga berpikir pakah ia harus melakukan sarannya sendiri untuk menitipkan pertanyaan pada penyidik. Hal itu hanya berjalan beberapa menit hingga Sam tiba-tiba lari ke arah yang tadinya bukan tujuannya. Ia pergi ke pusat layanan dan komplain untuk segera melakukan peremajaan pesawat. Walaupun ia pernah memberikan pernyataan mengenai keadaan pesawat dan kemampuan pilot, dengan kejadian ini Sam merasa dirugikan. Ia menulis pada tab keluhan yang mungkin ini pertama kali untuknya. Setidaknya kalau ini bukan hal baru, Sam seharusnya tau kalau ini dapat dilakukan secara online. Begini tulis komplain Sam. “Aku tahu aku adalah pilot yang hebat dan mengandalkan keahlian untuk melakukan tugasku. Aku ingat pernah berkata tidak terlalu meperdulikan jenis pesawat yang disediakan untukku. Tapi pesawat jenis 06-A ini sudah sangat tua dan akan lebih berguna jika dipajang di museum anak. Terima kasih atas perhatiannya”   
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN