21. Strategi Lanjutan

1281 Kata

Michael menarik nafasnya panjang sesaat sebelum menyunggingkan senyumannya ketika melihat Milla yang sedang bersama dengan Maria di dapur rumahnya, setelah itu ia mendekat lalu memeluk pinggang perempuan itu erat seraya menumpukan kepalanya pada bahu sempit itu, ia melirik wajah Milla yang tampak serius dengan pisau di tangannya, sibuk memotong sayuran hingga tidak mengindahkannya sama sekali.   Cup!   Michael mencuri satu ciuman pada pipi Milla, barulah perempuan itu bereaksi. Dia menatapnya dengan mata yang memicing, marah. Beberapa saat kemudian perempuan itu menghembuskan nafasnya pelan. “Michael aku sedang memasak dan kau bau keringat. Mandi sana!” Milla menggeliat dari pelukannya membuat Michael terkekeh pelan kemudian mengecup pundak kepala Milla sesaat sebelum melepaskan tanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN