20. Fitnah Ines

1194 Kata

"Emm," gumam Hana menganggukan kepalanya pelan. Dia lantas mendorong lengan James agar sedikit menjauh setelah tadi saling bertukar saliva. Pemuda itu kembali terduduk di sebelahnya seraya menggandeng tangannya secara erat agar tidak mudah terlepaskan. Hana menyenderkan kepalanya di bahu James. Keduanya sudah di lingkupi perasaan asmara yang tidak bisa lagi di lukiskan keindahannya "Kak," panggilnya pelan. "Apa?" "Aku merasa beruntung banget berada di posisi ini, duduk sebelahmu, menyenderkan tubuhku padamu, merangkul kuat lenganmu, dan dikecup mesra biraiku olehmu. Sangat spesial sekali karena akulah yang pertama bagimu, begitu pula denganku." James menepuk-nepuk pelan punggung tangan Hana yang berada di atasnya. "Suasananya romantis ya," candanya memecah keadaan, padahal Hana bar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN