Hari keberangkatan tour sekolah Violet telah tiba. Baik Hana dan anak itu sudah bersiap dengan segala macam t***k bengek keperluan. Dari mulai camilan, baju ganti, sampai kamera digital untuk mengabadikan momen mereka. “Jadi Aunty beneran ikut?” celetuk si gadis yang terus tersenyum manis. Hana mengangguk dengan semangat. “Bolehkan? Kamu nggak suka kalau Aunty ikut?” Bibirnya ia tekuk agar memberi kesan cemberut, padahal hanya ia buat-buat saja. “Bukan gitu, Aunty. Violet malah seneng, kok.” Dia menyengir lebar. Tatapannya beralih pada lelaki berwajah dingin, yang hanya menatapnya datar dengan tangan yang bersedekap di depan d**a. “Kalau Aunty ikut, kenapa nggak sekalian Papa juga?” Kedipan polos itu mempu membuat hati siapa pun cair, termasuk Papanya. “Papa kamu sibuk, Sayang.” Hana m

