Dendam

3390 Kata

Maya buru lari setelah melihat kejadian mengerikan di dalam gudang. Ia menaiki tangga dengan tergesa-gesa dan langsung menuju kamarnya. Menutup kamarnya rapat-rapat dan menguncinya. "Nggak … nggak mungkin tadi itu nyata." Maya menggelengkan percaya cemas. "Itu hanya khanyalan ku belaka. Iya … khayalan. Hantu dan semacamnya tidak ada di dunia." Maya mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Lantas, gadis menuju kamar mandinya. Membilas tubuhnya dengan shower. Namun, setiap ia memejamkan mata, bayangan kejadian tadi kerap terlintas di pikirannya. Suara tangisan bayi juga tangan yang mengerikan itu membuat dirinya cepat-cepat mematikan shower dan segera mengganti pakaian. Maya keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk. Matanya itu langsung terfokus pada buku dongeng di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN