Rendi berjalan menuju kantornya sambil memperhatikan sekeliling, mengawasi kalau-kalau ada siswa yang keluyuran di jam pelajaran. Tapi, langkahnya terhenti seketika saat mendengar gelak tawa. Matanya menyapu sekeliling dan akhirnya menemukan sumber suara itu. Rendi melihat Kelly dan siswa baru itu sedang berbincang di tempat Kelly sering bersantai. Gadis itu terlihat sangat nyaman di sisi Sihan, siswa baru itu. Rendi semakin gelisah karena menyaksikan Sihan menjadi orang yang pertama Kelly ajak duduk di tempat privatnya, tidak pernah ada orang lain yang Kelly izinkan berada disana sebelumnya. Kenapa Kelly dengan mudahnya percaya dengan siswa baru itu, apakah dia menyukainya? Pertanyaan-pertanyaan itu yang mulai mengganggu pikiran Rendy. Dia bisa melihat tatapan mata Sihan yang penuh mina

