Kelly tidak menjawab, dia terus saja menempelkan tangannya dengan wajah yang memerah. Tangan Kelly mulai bergerak ke arah bawah lalu menyentuh perut six pack Rendi. Darah Rendi terasa berdesir, sengatan aneh namun nikmat yang menjalar di tubuhnya membuat wajahnya mulai menghangat. Sungguh sentuhan tangan Kelly yang sangat berani di tubuhnya membuat kepalanya berdenyut. Rendi memejamkan matanya, jantungnya terus memompa kuat sehingga darahnya terasa mengalir deras menjalari seluruh sendi di dalam tubuhnya. Suara detakan jantungnya bagai gemuruh ombak yang memecah batu karang. "Kak Rendi..." Suara Kelly yang bergetar seakan menambah buncahan gairah yang kini hampir menguasai pikirannya. Rendi kemudian membalikkan tubuhnya sehingga dia bisa melihat wajah Kelly yang semakin merona. Apalagi ke

