Bimbang

1652 Kata

(POV Amira) Di tengah rintikan hujan pak Satria datang sambil menggenggam sebuah payung yang melindungi dirinya dari basahan air hujan. Sudah beberapa hari aku tak ke warung, semua urusan diserahkan pada Sela dan Talita, kedua remaja itu tak pernah curang selalu memberikan laporan keuangan secara rinci. Usai saling berbalas kata salam, kupersilakan lelaki jangkung itu duduk di bangku teras, kebetulan Hanan sedang tertidur lelap, jadinya diri ini bisa istirahat sebentar. "Mana Hanan, Mir?" tanya Pak Satria, saat aku ke luar membawa secangkir teh hangat. "Tidur, Pak eh, Satria." Aku tersipu malu, masalahnya tak terbiasa memanggilnya hanya dengan sebutan nama. "Jangan panggil Pak dong, kelihatan banget ya kalau wajahku kaya Om-Om." Ia menyeringai. "Engga lah, mana ada Om-Om sekeren kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN