35. Pak Miharja

1741 Kata

Hendroyas Miharja sedang berada di dalam mobil menuju rumah anaknya, Yasmin. Hatinya tidak tenang dengan foto yang baru saja dijadikan status oleh cucunya. Tidak mungkin itu foto hoax, karena lokasi foto tersebut sangat ia kenal. Yaitu dapur rumah anaknya. Pak Miharja meraba ponselnya yang bergetar. Saat ia melihat siapa penelepon, dadanya semakin berdebar. Keringat sebesar biji jagung menyembul memenuhi dahinya. Denias Aji Broto "Tidak diangkat, Tuan?" tanya sang sopir pada majikannya. "Ah, nanti saja. Bukan hal penting." sahut Pak Miharja membiarkan ponselnya terus bergetar lama, hingga akhirnya berhenti dengan sendirinya. Keluarga Broto pasti menanyakan perihal foto yang beredar. Ia harus segera mendapatkan penjelasan dari Yasmin sebelum keluarga calon besannya merubah kesepakatan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN