Gatot kaca Makan kawat Selamat membaca Selamat beristirahat?? ***** "Begini, Non. Sebelumnya saya minta maaf sudah datang kesini. Maksud saya adalah untuk melaksakan amanat dari anak saya, Javier Ahmad." Bu Ambar menatap Jaja. Anaknya itu masih menunduk, tentu saja dengan Reza duduk di pangkuannya. Bahkan Jaja menyembunyikan wajahnya di balik punggung Reza. Wajahnya sudah merona, bahkan debaran jantungnya terasa begitu cepat. "Anak saya ingin..." sekali lagi Bu Ambar melirik Jaja. "Anak saya ingin...ingin... melamar Non Yasmin menjadi istrinya?" "Apa??" pekik Yasmin kaget. Bahkan matanya ikut melotot dan mulutnya setengah terbuka. Yasmin masih belum paham maksud dari ucapan Bu Ambar. "Siapa?" tanya Yasmin pelan. Matanya masih memandang bu Ambar dan Jaja bergantian. Jaja masih

