Lima belas menit lamanya Andra memandangi pahatan tangan antara dia dan Shabila yang diletakkan di atas meja kerjanya. "Entah kenapa malam ini aku merindukan mu, Shabil." Pria itu memandangi lagi foto Shabila yang juga ada di atas meja kerjanya. Pengakuan Killa tadi menyadarkan Andra kalau bayang bayang Shabila masih berada di dalam ingatannya. Seberapa keras usaha Andra untuk melupakan gadis itu, tapi hatinya selalu bertolak belakang dengan pikirannya. Andra menatap lama ke arah ponselnya, dengan perasaan kacau dia mengubungi Andro. "Ya, Andra! Ada apa?" tanya Andro terdengar khawatir. Bagaimana tidak, waktu sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam ketika Andra menelponnya. "Bang Andro, untuk terkahir kalinya aku bertanya kepada mu. Apakah Shabila meninggal?" Tanya And

