Una mengerutkan kening saat melihat sebuah nomor tidak dikenal menelponnya sekarang. Wanita yang baru aja selesai masak, memilih duduk di kursi dan mengangkat panggilan ketika ponselnya yang ada di atas meja tak berhenti berdering. "Assalamualaikum, dengan siapa ini?" tanya Una sopan, mengelap keringat yang membasahi kening. Sore ini baru Bintang yang sampai rumah, tapi anak laki-lakinya tidur di kamar. Jey, Mbih dan Jevan masih beraktivitas di luar sana. "Ini nomor ibu angkatnya Jey, kan?" Dia kenal suara ini, familiar. "Iya betul, kenapa?" "Kamu itu emang sengaja ya mutus hubungan antara saya sama Jey?" Saat suara di seberang sana kedengeran marah, Una baru inget kalau ini adalah suara adiknya Yerin. Tahu nomor Una dari mana? Kok bisa nelpon dia padahal sebelumnya gak pernah sama se

