"Maaf, maafin gua, guys," ucap Debby, saat mereka berempat keluar dari kantor itu dan berjalan menuju gerbang. Tangisnya udah berhenti, tapi beberapa kali masih sesenggukan. "Gara-gara gua kita kehilangan tempat PKL." Dia ngusap airmata yang turun lagi tanpa bisa direm. "Gak apa-apa, Mbih. Nanti biar papa gua bantu cari yang baru." Dara yang jalan sambil ngerangkul bahu Mbih, menenangkan teman baiknya. "Tenang aja, kita pasti dapet sebelum hari H." Papanya kan dosen, mamanya juga penulis novel tenar, sebenarnya Dara bisa aja minta bantuan kedua orang tuanya dari bulan-bulan lalu karena mereka banyak kenalan. Tapi dia malah susah-payah nyari sendiri karena gak mau tergantung sama Papa Yugy dan Mama Mina. Debby juga inget, Bang Jey pernah nawarin kalau di kantor temennya ada yang bisa bua

