"Ngapain sih? Rempong!" komentar Una ketika dia denger suara gubrak-gabruk si Mbih barbar yang baru aja turun dari kamarnya dan ikut sarapan bareng. "Ma, kunci motor Mbih ilang." "Kamu taro di mana emangnya?" "Gak tahu ih, kemarin masih ada di atas meja masa pagi-pagi udah ilang si." Gadis yang bahkan belum menyisir rambutnya itu sekarang duduk di meja makan. Gak peduli sama tatapan papa dan kedua saudara laki-lakinya yang mengarah ke dia. "Malesin." "Dibawa tuyul kali tuh kuncinya." "Temen lu, tuh," sahut Debby tanpa noleh ke arah sang adik. "Sama-sama botak soalnya." "Minta anter aja sama Pian," celetukan adiknya membuat yang lain terkekeh. Sementara yang diledek, semakin memanyunkan bibir. Persis banget kalau marah tuh kaya Una. "Mau bareng papa, Mbih? Sekalian sama Mbrew juga,"

