"Darwin, apa yang baru saja kau katakan? apa yang kau lakukan? untuk apa kau mengatakan bahwa kau memperlakukan alia seperti Ratu rumahmu? mencintai alia seperti juga mencintai dirimu sendiri. Untuk Apa kau menceritakan bahwa kau menjalani pernikahan dengan sebenar-benarnya pernikahan? padahal Awalnya aku sangat senang ketika kamu berkata bahwa kau hanya dijodohkan ibumu. Apakah itu artinya sudah benar-benar tidak ada aku dihatimu?"tanya Tiwi di dalam hatinya sambil menitikkan air mata. "Mengapa kau menangis? Jangan adabair mata lagi ya Tiwi, aku mohon kepadamu! Berhentilah menangis di hadapan ku! maafkan aku jika ceritaku membuat kau jadi menitikkan air mata,"sesal Darwin memeluk Tiwi. Mendapat perlakuan seperti itu tangis Tiwi makin keras. Membuat Darwin bingung. "Untuk apa kamu cerit

