setelah mengucapkan permintaannya kepada Tiwi, Alya pun melangkahkan kakinya keluar dari kantor tersebut. Alia memang tidak terlalu suka mengurus perusahaan meskipun itu adalah perusahaan mendiang kakeknya. dia sangat percaya kepada suaminya yang akan mengurus perusahaan. tetapi meskipun ia berusia lebih tua daripada Darwin, suaminya tetapi Alia sangat patuh terhadap suaminya. mereka memang sudah memprogram perencana kehamilan beberapa tahun ini, namun belum juga membuahkan hasil. Aliya bernapas lega bahwa sekretaris Darwin kali ini sepertinya bisa diandalkan. meskipun dia sepertinya selalu mengucapkan kata maaf tetapi hal yang sangat menyenangkan adalah Tiwi nampak bisa diandalkan. "Hufy.. apa bu Alia sama sekali tidak tahu jika aku adalah mantan kekasihnya Darwin di masa Lalu? kenapa d

