Sekurus apapun tubuhmu, namun percayalah kamu tetap terberat di hatiku. Dua manusia yang berbeda jenis kelamin ini terus saja duduk terdiam. Membiarkan beberapa orang lewat memperhatikan mereka berdua. Sesekali si perempuan akan menyampirkan helaian rambutnya ke belakang telinga. Merasa gerah dengan situasi tidak menyenangkan ini. Dia memang bodoh telah meninggalkan begitu saja tasnya di dalam kamar ruang rawat tersebut, namun karena itu dia bersyukur bisa mengetahui tentang keadaan yang sedang terjadi. Sedangkan sosok laki-laki di sampingnya pun ikut terdiam. Menarik napas panjang seakan tidak membantunya sedikitpun untuk menjelaskan maksud hatinya. Tadi saja dia meminta waktu kepada calon istrinya untuk berbicara dengan perempuan ini. Tetapi setelah waktu dirinya dapatkan hanya kebis

