Plak Keysa menampar Felix dengan nafas yang tersenggal-senggal, bahkan bibirnya terlihat bengkak karena ulah Felix. Bagaimana mungkin Felix bersikap sangat arogant seperti ini. Bahkan masih ada beberapa karyawan di lobby kantor. "b******k!!" pekik Keysa mengusap bibirnya dengan kasar diiringi tangisannya. Kenapa? Kenapa Felix terus menyakiti hatinya, kenapa dia tega melakukan ini pada Keysa? apa maunya, dia terus menarik ulur Keysa. "Bawa aku pergi dari sini, Dhika." tangis Keysa menatap Dhika dengan memohon. Dhika melirik sebentar ke arah Felix yang masih mematung di tempatnya. Iapun hanya mampu menganggukan kepalanya dan merangkul Keysa, membuat Keysa menyandarkan kepalanya di d**a Dhika. Dhika membawa Keysa pergi meninggalkan Felix sendirian. "Shitt!!!" umpat Felix kesal, dia juga

