Felix berjalan di koridor rumah sakit Ami, suasana di rumah sakit sudah sangat sepi karena sudah pukul 9 malam. Hanya ada beberapa perawat yang berlalu lalang. Hingga tanpa terasa langkah Felix terhenti tepat di depan pintu ruangan seseorang. Di pintu berwarna putih itu terdapat kaca kecil, sehingga orang yang di luar dapat melihat ke dalam dimana pasien tengah berbaring dengan beberapa alat medis menempel di tubuhnya. Felix terpaku menatap sosok wanita yang empat hari lalu menemuinya dalam keadaan sehat, kini terbaring lemah di atas brangkar rumah sakit dengan berbagai alat medis menempel di tubuhnya. Mata Felix terus menatap sosok itu, sosok yang selalu ia rindukan kehadirannya selama ini. Felix sungguh tidak menyangka sosok yang terlihat kuat dan tegar ternyata menahan rasa sakit dari p

