Keysa mengerjapkan matanya berkali-kali, cahaya dari lampu ruangan menusuk ke dalam retina matanya. Ia perlahan membuka matanya saat aroma khas rumah sakit begitu menyengat indra penciumannya. Keysa memegang kepalanya, dan melepas alat bantu pernafasan yang menghalangi hidung dan mulutnya. Ia menengok ke kanan dan kirinya tetapi tak ada siapapun. Hingga pintu terbuka dan menampakan seseorang. "Kau sudah sadar," ucap seseorang itu. Keysa berangsur hendak bangun tetapi di tahan seseorang yang tak lain adalah Dhika. "Jangan dulu bangun, kondisimu belum membaik." "Sudah berapa lama aku di sini? lalu bagaimana dengan Papa?" tanya Keysa dengan suara yang lemah. "Kamu di sini sudah 3 hari. Papa kamu masih belum pulih," ucap Dhika membuat Keysa menangis dalam diam. "Kenapa cobaan seakan tak i

