Acara yang ditunggu Chacha dan Okta akhirnya terjadi. Mereka melaksanakan acara pernikahan mereka di salah satu hotel milik keluarga Okta di Jakarta. Kini keduanya telah duduk berdampingan di depan penghulu untuk ijab Kabul. Okta sangat berkeringat, sesungguhnya Okta sangat gugup dan tegang. Okta tak pernah menyangka akan menikah. Ayah dari Chacha bapak Abraham Pratista tengah berjabatan tangan dengan Okta dan mulai mengucapkan kata sakrar yang harus dijawab oleh Okta. “sah !!” jawab Okta dengan lantang. Seketika tawa memecah ruangan itu, Okta sadar sudah salah menjawab hanya bisa terkekeh malu. “diulang lagi yah” ujar penghulu dan ayah Chacha kembali mengulang kata-katanya. “saya terima nikahnya nela binti Abraham-“ ucapan Okta terhenti saat sadar yang dia ucapkan. Para sahabat-s
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


