Dhika dan Thalita baru saja selesai melakukan kewajiban ibadah mereka. Thalita terlihat sudah selesai berdoa, ditatapnya Dhika yang berada dihadapannya masih terlihat khusu berdzikir dan berdoa. Thalita bergeser agar bisa menatap wajah Dhika. Thalita masih belum percaya, di hadapannya ini adalah imamnya. Thalita tersenyum menatap wajah Dhika. Hingga tak sadar kalau Dhika sudah menengok ke arah Thalita. “kenapa?” Tanya Dhika Thalita mengambil tangan kanan Dhika dan menciumnya cukup lama dan digenggamnya cukup lama. “aku masih tidak percaya kamu adalah imamku” kekeh Lita. “kamu benar, setelah apa yang kita lalui. Tapi tuhan memang sudah menakdirkan kita untuk berjodoh” ujar Dhika mengusap kepala Lita yang masih di balut mukena putihnya, Thalita terlihat sangat cantik dengan balutan muken

