Thalita sibuk memeriksa pasien yang ada di sana, tanpa mau memikirkan Dhika. Hatinya yakin kalau Dhika akan kembali dalam keadaan baik-baik saja. Dia sangat yakin, dan Lita merasa tidak perlu untuk menangisinya karena Dhika akan segera kembali kesini. Thalita berjalan menuju tenda dapur untuk membuat kopi dan ternyata di sana sudah ada Chacha tengah duduk sambil memegang segelas mug berisi kopi dengan pandangan kosong kedepan. “Cha” panggil Lita menyentuh tangan Chacha seraya duduk di hadapan Chacha. “Ah ya, kenapa Tha?” tanya Chacha menghapus air matanya sendiri yang entah sejak kapan sudah luruh. “Apa lu mencintai Okta?” tanya Lita. “Gue…” Chacha terdiam sesaat. “Ntahlah” tambah Chacha tersenyum masam. “Jujur saja, lu terlihat sangat terpukul,” ujar Lita. “Entah ini cinta atau bu

