Thalita baru saja keluar dari ruangannya dan sempat menatap sekeliling. Karena akhir-akhir ini Dhika terus saja menunggunya di depan pintu ruangan saat mau pulang. “dia tidak menunggu lagi, baguslah,” gumam Thalita dan beranjak menuju lift. Thalita baru saja keluar dari lobby rumah sakit dan tiba-tiba saja sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya. Thalita yang terpekik kaget, segera menatap ke arah seseorang itu yang tak lain adalah Dhika. “Lepaskan aku!” ujar Lita berontak. “Nggak.” Dhika menarik tangan Lita menuju mobilnya. “Lepaskan!” Lita berusaha menepis tangan Dhika, tetapi sulit. “Aku tidak mau” jawab Dhika cuek, seraya berhenti berjalan dan berbalik menatap Thalita. “Kalau aku lepas, nanti kamu kabur lagi dan menghindariku lagi. Ayo kita pulang, aku akan mengantarm

