17

1671 Kata

Ide tinggal di kediaman Raihan dan Diara tidak sesukar dalam bayanganku. Melihat kemesraan mereka di pagi hari ternyata jauh dari perkiraanku. Mereka tidak memamerkan keintiman di setiap situasi. Walau aku merasa Raihan dan Diara tidak punya banyak waktu komunikasi. “Karena ada Jo di sini, aku bisa tenang meninggalkan Diara sendirian di rumah.” Raihan menatap Diara lalu beralih padaku. “Kamu stay di sini saja, Jo. Aku balik lima hari lagi. Bisa kan tolong temani Diara.” Aku diam. Lima hari cukup lama hanya untuk menginap sementara. “Ayolah, Jo. Temani aku ya? Arvel bilang kamu sudah lama nggak ke salon, aku juga. Bareng yuk,” rayu Diara. Ah, salon. Memang sudah lama aku tidak ke sana. Tunggu, bocah konyol bilang aku sudah lama tidak ke salon... tahu dari mana dia? “Ayo sini!” Diara men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN