Siapa yang senang berada di posisiku jika pria yang kau sukai mendekatimu? Aku tidak cukup bodoh untuk menyadari alasan pria itu terus mendekatiku. Dia merasa bersalah sudah menciumku. Ciuman itu, aku ingin melupakannya. Nyatanya aku selalu kembali mengingat bagaimana bibirnya menyentuh milikku. Hatiku tidak henti bersorak menghayalkan kisah cinta indah dalam dongeng, sebuah ciuman pengantar cinta. Akalku yang selalu membalikan kemudiku pada kewarasan bahwa pria itu tidak menyukaiku eum semoga belum, ya, belum menyukaiku. “Ibu mau langsung pulang atau makan dulu?” Kursinya merapat pada kursiku. Pandangan tidak langsung bergerak ke arahnya melainkan melirik Astrid, karyawati baru yang menarik perhatian banyak pria. Pakaiannya modis dan sangat seksi, rambutnya dicat brunette, dan tingkahnya

