20 Gilang Singgih

1026 Kata

"Mas mau ke rumah produksi?" Wenny bertanya saat melihatku yang sedang bersiap-siap. Aku melihat Wenny yang baru saja selesai mandi. Wenny tidak pernah keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk saja, dia pasti sudah mengenakan pakaian. Rambut Wenny sedikit berantakan dan basah, wajahnya terihat cerah. "Ada jadwal ngajar kelas pekerja," sahutku. Kegiatanku yang sedang mengancingkan kemeja diambil alih oleh Wenny. Dia melempar begitu saja handuk basah ke atas tempat tidur. "Handuknya dijemur jangan lupa," tuturku mengingatkan Wenny yang suka lupa akan hal itu. "Iya." Wenny menyahuti pelan. Dia mengancingkan kemejaku dalam diam. Sepertinya Wenny masih kesal mengenai mobil, bahkan semalam aku ketiduran di perpustakaan. Bangun pagi-pagi sudah menemukan selimut pink menyelimutiku. Aku tah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN