Payudara wanita itu sangat elastis. Ketika berjalan ke arahku, kedua bola itu berguncang berlebihan, sampai bisa membuat pembuluh darah orang memancar. "Sudah lama kita tidak berjumpa." Chen Qian mengulurkan tangannya padaku, "Oh, kau benar-benar belum berubah sama sekali." "Kau tambah cantik saja." Aku memegang tangan kecil Chen Qian yang lembut dan halus, dan aku tidak bisa menahan getaran di hatiku. Setelah menikah dan menjadi seorang istri, dia menjadi lebih memesona dan menawan dari sebelumnya. "Dasar si mulut manis." Ujung jari Chen Qian meluncur lembut di telapak tanganku, membuat wajahku memerah. Dulu dia sering menggodaku seperti ini. Mata indahnya menatapku dengan nakal, tubuhnya bersandar ke depanku. Payudaranya yang besar hampir menempel padaku, dan d**a

