Part 17 Putus

1668 Kata

Setelah beberapa kejadian yang hampir membuat nyawaku melayang, kini aku pulang ke Apartement Adit, juga karena berbagai pertimbangan tentunya. Terlebih karena Adit memaksa. Jadi apa boleh buat. Agung juga sudah pulang ke mes nya, karena dia juga harus masuk kerja besok. Adit sudah meyakinkan Agung bahwa dia akan menjagaku. Agung dan Dani juga terlihat makin terlihat akrab. "Sampai deh. Silakan masuk nyonya Adit," kata Adit sendiri sambil membuka kan pintu apartement nya. Aku hanya tersenyum menanggapi nya, sambil masuk ke dalam. Aku langsung menghempaskan tubuhku di sofa. Sementara Adit segera membawa beberapa tas yang ku bawa ke dalam kamar. Ia lalu menyusul ku duduk di sofa sampingku. "Kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Adit lembut, membelai kepalaku sambil memainkan anak rambutku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN