Epilog

256 Kata

Epilog   Dua Purnama kemudian   Jajaran pepohonan jati begitu rindang dengan dedaunan lembab karena hujan mendera Yudanta satu purnama terakhir. Rerumputan tajam semakin melebat ketika guyuran hujan menyuburkan mereka. Terlihat seorang pemuda bertubuh kekar, bermata tajam dan beralis tebal berkeliling di hutan itu. Hutan di tepian Pasar Rabaya dan terhubung ke Dermaga teluk Rabaya. Sudah empat hari, disaat mentari bersinar sampai tenggelam, ia berada disana. Tubuhnya lusuh dan wajahnya kaku. Disana, ia menunggu seseorang yang selalu dirindukannya ketika ia berada ditengah lautan. Ia ingin menagih janji dengan seseorang yang telah berjanji dua purnama lalu. Namun seseorang itu tak kunjung datang menemuinya. Ia menunggu seorang gadis yang telah berjanji kepadanya.   Bodohnya dirinya, i

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN